Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pekerjaan Plafon Gedung Serbaguna Lapatau Dipertanyakan

Table of Contents
Katata.id - Soppeng.
Pekerjaan pemasangan plafon pada salah satu bangunan di Proyek Gedung Serbaguna Lapatau kembali menjadi sorotan. Tim media Katata.id yang melakukan pemantauan langsung di lapangan menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian antara rangka plafon yang terpasang dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak pekerjaan.

Plafon gedung yang dikerjakan oleh CV. Ilyas Berdikari tersebut diketahui kembali ambruk, padahal perbaikan terakhir dilakukan kurang dari satu tahun lalu. Proyek dengan nilai anggaran Rp5.137.167.000, berdasarkan Kontrak Nomor 01/SP/P4BG/PUPR-CK/I/2023, berada di bawah tanggung jawab Dinas PUPR Kabupaten Soppeng. Namun, hasilnya dinilai kembali mengecewakan.

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak
Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa rangka plafon yang terpasang diduga tidak memenuhi standar jarak maupun ukuran sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak. Ruangan dengan bentangan yang cukup lebar justru menggunakan material rangka yang dinilai kurang memadai.

Terlihat rangka hollow 2/4 dengan ketebalan kurang dari 3,0 mm dipadukan dengan penutup gypsum. Untuk bentangan ruangan sebesar itu, material tersebut dinilai terlalu berat dibandingkan kemampuan rangka untuk menopang beban.

Menurut sejumlah sumber teknis yang ditemui di lapangan, idealnya plafon menggunakan material PVC dengan rangka besi hollow 4/4 berketebalan minimal 0,35 mm, agar beban plafon dapat tertopang secara optimal.

Metode Pekerjaan Juga Disorot
Selain dugaan kesalahan spesifikasi material, metode pelaksanaan pekerjaan oleh pihak kontraktor juga menjadi perhatian. Hasil pantauan menemukan bahwa penggantung rangka plafon sebagian besar menggunakan besi beton, bukan besi hollow sebagaimana standar umum pemasangan plafon modern.

Penggunaan material tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan guncangan saat plafon terpapar hembusan angin. Getaran yang terjadi dapat membuat mur dan baut pengikat rangka terlepas, sehingga meningkatkan risiko kerusakan dan dapat membahayakan keselamatan pengguna gedung.

Pengawasan Proyek Dipertanyakan
Fungsi pengawasan oleh konsultan proyek juga turut dipertanyakan. Temuan terkait material yang dinilai tidak sesuai standar serta metode pemasangan yang kurang tepat dinilai seharusnya dapat teridentifikasi sejak dini melalui proses pengawasan rutin.

Kurangnya ketelitian dalam memeriksa kualitas material maupun prosedur pemasangan dikhawatirkan berdampak pada mutu akhir bangunan dan berpotensi memicu kerusakan berulang.

Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi atas temuan tersebut. Tim Katata.id masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang.

(Red) 

Post a Comment

/
/
/