Keluarga Calon Taruna Akpol Minta Polda Sulsel Tegakkan Keadilan dalam Kasus Dugaan Penipuan oleh RK
Table of Contents
KATATA.ID - MAKASSAR, Kasus dugaan penipuan yang menimpa calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2023 asal Makassar, Muh. Rawal, memasuki babak baru setelah keluarga korban meminta Polda Sulsel menuntaskan penyidikan yang dinilai berjalan tidak jelas. Korban, putra dari Hj. Indriyana dan Muh. Agus, mengaku ditipu oleh RK, warga Balikpapan yang merupakan istri seorang oknum polisi di lingkungan Polda Kalimantan Timur.
Menurut laporan keluarga, total dana yang telah diberikan kepada RK mencapai Rp4,2 miliar, yang dibayarkan secara bertahap sebanyak 15 kali melalui transfer dan tunai. Dari jumlah tersebut, masih tersisa Rp1,3 miliar yang belum dikembalikan terlapor.
Hj. Indriyana mengungkapkan bahwa selama proses pembayaran, RK kerap memberi tekanan agar sisa dana segera dilunasi.
“Setiap kali angsuran, dia selalu mendesak agar sisa pembayaran dipercepat,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, perjanjian awal antara korban dan terlapor menyebutkan bahwa untuk menjamin kelulusan sebesar 75 persen, calon taruna harus membayar Rp4 miliar. Sementara untuk kuota khusus atau tutup botol, biaya yang dibebankan mencapai Rp5,5 miliar.
Namun pada kenyataannya, Muh. Rawal tidak dinyatakan lolos dalam seleksi Akpol 2023. RK kemudian beralasan bahwa kegagalan tersebut disebabkan nilai tes yang tidak mencukupi. Merasa dirugikan, keluarga lalu melapor ke Polda Sulsel dengan nomor laporan LP/B/550/VI/2025/SPKT/POLDA SULSEL, tertanggal 13 Juni 2025.
Kasus Disebut Tidak Jelas, Penyidik Sempat Bilang “Salah Laporkan Orang”
Setelah laporan masuk, keluarga mengaku proses penanganan kasus justru berjalan tidak menentu. Baik pelapor maupun terlapor tidak lagi saling berkomunikasi. Bahkan, menurut Hj. Indriyana, penyidik sempat menyampaikan bahwa pelapor “salah melaporkan orang”, sehingga kasus ini terkesan terhenti.
“Kami ini korban penipuan, kami meminta keadilan, tapi justru kasusnya seperti tidak berjalan. Sudah tidak ada komunikasi dengan RK dan penyidik bilang kami salah lapor orang. Apa karena dia istri polisi kah,” ujarnya.
IWO Sulsel Desak Penuntasan Kasus
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, Zulkifli Thahir, yang menerima kedatangan keluarga korban, menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas karena berpotensi mencoreng nama baik institusi kepolisian.
“Kami mendesak Kapolda Sulsel, khususnya Dirkrimum dan Propam Polda Sulsel, untuk serius menangani kasus ini. Kami juga meminta Komisi Reformasi Polri turun meninjau praktik-praktik transaksional penerimaan taruna Akpol yang melibatkan oknum tertentu,” tegasnya.
Respons RK
Saat dikonfirmasi pada Senin (17/11/2025), RK memberikan tanggapan singkat terkait perkembangan perkara.
“Walaikumsalam wr wb, perkara masih jalan sementara pencocokan jumlah kerugian melalui rekening koran pelapor dan terlapor,” ujarnya melalui pesan singkat.
RK menambahkan bahwa ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
“Klo untuk dinaikkan pak sy belum bersedia soalnya sy blum ijin sm pimpinan pak. Silahkan koordinasi dgn kanit sy pak,” tulisnya.
Hingga saat ini, keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan sisa dana yang belum dikembalikan segera diselesaikan.
(Red)





Post a Comment