Misteri Mobil Lexus "Gaib": Pengadaan Mobil Mewah Bagian Umum Soppeng Tahun 2025 Jadi Tanda Tanya
Table of Contents
Katata.id - Soppeng, Pengadaan mobil mewah jenis Lexus oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng kembali mengundang sorotan tajam publik. Pasalnya, anggaran fantastis senilai Rp2.181.000.000 tercatat telah dialokasikan pada Tahun Anggaran 2025, namun hingga kini wujud fisik kendaraan tersebut tak kunjung terlihat. Selasa. (10/2/2026)
Yang lebih mengusik nalar publik, pengadaan ini diduga kuat bertentangan dengan Instruksi Presiden terkait efisiensi dan penghematan anggaran belanja pemerintah. Di tengah seruan nasional untuk menahan belanja non-prioritas, Pemkab Soppeng justru melakukan pengadaan mobil mewah Lexus tipe LEXUS LM 350h 4x2 A/T 7 Seater (AAWH10R-LFXVB), kendaraan kelas premium yang harganya setara dengan pembangunan fasilitas publik skala kecil.
Isu ini disorot keras oleh Ketua LSM LAPAK (Lembaga Penggiat Anti Korupsi) yang mempertanyakan urgensi sekaligus transparansi pengadaan tersebut.
“Saat pemerintah pusat hingga daerah gencar bicara efisiensi anggaran, Pemkab Soppeng malah menganggarkan mobil mewah. Ini bukan sekadar ironi, tapi bentuk pembangkangan terhadap instruksi presiden,” tegas Ketua LSM LAPAK, Selasa malam. (10/2/2026)
Ia menilai, pengadaan tersebut bukan hanya bermasalah secara etika dan sensitivitas sosial, tetapi juga menyisakan tanda tanya serius karena kendaraan yang dianggarkan belum pernah diperlihatkan ke publik.
“Anggarannya tercatat, dan informasinya sudah cair. Tapi mobilnya ke mana? Kalau barangnya tidak ada, publik wajar menduga ini pengadaan siluman,” lanjutnya.
LSM LAPAK menegaskan, jika benar anggaran telah direalisasikan tanpa kejelasan fisik barang, maka hal tersebut berpotensi melanggar prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan daerah yang sehat. Untuk itu, mereka mendesak Inspektorat Daerah, BPK, hingga aparat penegak hukum agar segera turun tangan melakukan penelusuran menyeluruh.
“Uang rakyat jangan hanya berakhir sebagai angka di dokumen APBD. Harus jelas manfaatnya, wujudnya, dan siapa yang bertanggung jawab. Kalau tidak, ini berbahaya bagi kepercayaan publik,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemkab Soppeng masih memilih bungkam. Tidak ada penjelasan resmi terkait peruntukan mobil mewah tersebut, status pembayaran, maupun keberadaan fisik kendaraan yang menelan anggaran miliaran rupiah itu.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut kepekaan, penghematan, dan keberpihakan pada kebutuhan rakyat, pengadaan mobil mewah yang misterius justru berpotensi memperdalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Publik kini menunggu. apakah Pemkab Soppeng akan membuka tabir misteri Lexus “gaib” ini, atau membiarkannya terus menjadi simbol buram pengelolaan anggaran daerah?
(Sofyan)





Post a Comment