Renovasi Pustu Watu Bikin Resah, LSM LAPAK Desak APH Audit Proyek Pustu Watu Rp754 Juta
Table of Contents
Katata.id – Soppeng, Renovasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran Rp754 juta ini menuai kritik karena kondisi fisik bangunan jauh dari ekspektasi, Rabu (18/2/2026).
Proyek ini dibiayai melalui APBD 2025 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng. Publik menaruh perhatian serius. apakah dana tersebut benar-benar digunakan untuk fasilitas kesehatan, atau ada praktik “main tikungan” oleh pihak tertentu di balik layar?
Warga Kecewa, Anggaran Tak Sejalan dengan Realita
Kekecewaan warga begitu nyata. Seorang warga yang enggan disebut nama menegaskan,
“Ini bukan uang pribadi, bukan untuk main tikungan sama oknum tertentu.”
Menurut warga, renovasi lebih banyak berupa cat baru dan tambal sulam, bukan perbaikan signifikan yang sepadan dengan nilai anggaran.
Warga lain menambahkan,
“Kalau anggarannya sebesar itu, masyarakat tentu berharap hasilnya benar-benar maksimal, bukan sekadar formalitas di atas kertas.”
Kontraktor dan RAB Jadi Sorotan
Proyek ini dikerjakan oleh CV Graha Kaya Pratama, dan nilai kontraknya yang besar memicu desakan transparansi, termasuk pengungkapan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Seorang tokoh masyarakat menegaskan,
“Ini uang rakyat, bukan untuk oknum bermain-main di belakang layar. Kalau main tikungan, siap-siap berhadapan dengan hukum.”
Sorotan serupa datang dari Ketua LSM LAPAK (Lembaga Penggiat Anti Korupsi), yang mendesak aparat penegak hukum, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Inspektorat melakukan audit menyeluruh.
“Anggaran sebesar itu tidak boleh lepas dari pengawasan. Transparansi harus dijalankan sejak awal. Kalau semuanya sesuai aturan, kenapa takut diaudit?”
Pustu bukan sekadar bangunan. Tempat ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan desa. ibu hamil memeriksakan kandungan, balita ditimbang, dan pertolongan pertama diberikan sebelum rujukan ke rumah sakit.
Mutu bangunan, material, dan standar teknis bukan soal estetika. Jika kualitas tidak sebanding dengan anggaran, yang dipertaruhkan bukan sekadar tampilan, tetapi keselamatan masyarakat.
Publik Menuntut Bukti, Bukan Janji
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.
Bagi masyarakat, ini soal kepercayaan publik. Rp754 juta adalah dana rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan, bukan sekadar di papan proyek, tapi di hadapan warga. Desa Watu menunggu bukti nyata, bukan janji manis.
(Sofyan)





Post a Comment