Ribuan Warga Padati Bukber di Laburawung, Bukti Kedekatan H. Andi Kaswadi Razak dan Masyarakat
Table of Contents
KATATA.ID, SOPPENG - Senja di Laburawung, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Watansoppeng, Jumat (17/2/2026), terasa berbeda. Halaman kediaman mantan Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, dipenuhi lautan manusia yang datang dengan satu tujuan. bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama.
Sejak sore, warga dari berbagai penjuru Kabupaten Soppeng berdatangan. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang hadir bersama sahabat dan kerabat. Wajah-wajah penuh rindu dan semringah tampak menyatu dalam suasana Ramadan yang hangat. Tak sedikit yang rela menempuh perjalanan cukup jauh demi bisa bertatap muka langsung.
Di tengah keramaian itu, Kaswadi Razak berdiri menyambut warga satu per satu. Ia menyalami, menepuk bahu, dan berbincang hangat seolah tak ada jarak. Meski tak lagi menjabat, kehadirannya tetap menjadi magnet kebersamaan. Senyumnya tak lepas, menyiratkan rasa syukur atas hubungan yang tetap terjaga.
“Beliau bukan sekadar mantan bupati bagi kami. Hubungan ini sudah seperti keluarga,” ujar seorang warga dengan mata berbinar. Ia mengaku sengaja datang untuk melepas rindu dan menjaga silaturahmi yang telah terjalin sejak lama.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh masyarakat, simpatisan, dan para pendukung turut hadir. Canda, tawa, dan sapaan akrab mengalir begitu saja, menyatu dengan aroma hidangan berbuka yang telah tersaji.
Menjelang azan magrib, suasana berubah khidmat. Doa bersama dipanjatkan, memohon keberkahan Ramadan dan kebaikan bagi daerah yang dicintai. Saat azan berkumandang, ribuan tangan terangkat, lalu bersama-sama menikmati hidangan berbuka dalam suasana yang sarat rasa syukur.
Buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan. Ia menjadi ruang temu, tempat kenangan dan harapan berkelindan. Di halaman rumah sederhana itu, tergambar jelas bahwa kebersamaan yang terbangun selama masa kepemimpinan tak lekang oleh waktu.
Ramadan di Soppeng sore itu bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga tentang menjaga hati yang tetap terhubung—tentang rasa hormat, kedekatan, dan silaturahmi yang terus hidup di tengah masyarakat.
(Sofyan)





Post a Comment