Ke Mana Anggaran Pendidikan? SDN 254 Mappotongai Belum Punya Pagar, Orang Tua Malah Diminta Patungan
Table of Contents
Katata.id | Soppeng — Potret miris dunia pendidikan kembali tersaji di Kabupaten Soppeng. Di tengah gembar-gembor perhatian terhadap sektor pendidikan, SD Negeri 254 Mappotongai justru disebut masih belum memiliki pagar sekolah yang layak hingga hari ini. Ironisnya, demi mewujudkan pembangunan pagar tersebut, orang tua siswa disebut diminta ikut “urun dana” setiap bulan. Rabu (20/5/2026).
Kondisi ini memantik sorotan tajam dari berbagai pihak. Banyak yang mempertanyakan ke mana sebenarnya arah anggaran pendidikan jika kebutuhan dasar sekolah seperti pagar saja belum mampu dipenuhi pemerintah.
Pemerhati pendidikan, Andi Jaka Malageni, angkat bicara terkait kondisi SDN 254 Mappotongai yang dinilai luput dari perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Ini menyangkut keselamatan siswa. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Menurut informasi yang beredar, permintaan partisipasi dana kepada wali murid disampaikan langsung oleh Kepala SD Negeri 254 Mappotongai, Hj. Rosnawati, dalam pertemuan bersama komite sekolah.
Kebijakan tersebut sontak memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Mereka menilai pembangunan pagar sekolah bukanlah kebutuhan tambahan, melainkan fasilitas dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui anggaran pendidikan yang setiap tahun terus digelontorkan.
“Kalau untuk pagar sekolah saja orang tua harus patungan tiap bulan, lalu anggaran pendidikan itu sebenarnya dipakai untuk apa?” ujar seorang wali murid dengan nada kecewa.
Warga menilai keberadaan pagar sekolah sangat penting demi keselamatan siswa, mencegah gangguan dari luar, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tertib. Namun hingga kini, pagar yang diharapkan belum juga terealisasi.
Situasi ini menambah daftar panjang persoalan fasilitas pendidikan di daerah yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius. Di saat banyak pejabat sibuk berbicara soal peningkatan mutu pendidikan, masih ada sekolah yang bahkan belum memiliki perlindungan dasar bagi siswanya.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Dinas Pendidikan segera turun tangan, bukan justru membiarkan beban pembangunan fasilitas sekolah dipikul oleh orang tua murid.
Informasi mengenai permintaan partisipasi dana tersebut diketahui dari percakapan di grup WhatsApp Komite Sekolah SD Negeri 254 Mappotongai yang beredar di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan publik.
(Sofyan)





Post a Comment