Rakyat Menjerit! Orang Dekat Manajer Diduga Bebas Kuasai Solar Subsidi di SPBU Sao Mario Batu-Batu, APH Diminta Jangan Tutup Mata
Table of Contents
Katata.id | Soppeng — Antrian panjang BBM jenis solar kembali memicu kemarahan masyarakat di SPBU Sao Mario Batu-Batu, Kabupaten Soppeng. Warga menilai distribusi solar subsidi di SPBU tersebut sudah jauh dari kata adil. Dugaan adanya “jalur khusus” bagi orang-orang tertentu yang disebut dekat dengan pihak manajer SPBU kini menjadi sorotan tajam masyarakat.
Para petani yang menggantungkan kebutuhan solar untuk mengoperasikan traktor sawah mengaku menjadi pihak paling dirugikan. Mereka harus rela mengantri sejak pagi, menunggu berjam-jam di bawah terik matahari, namun sering kali pulang tanpa mendapatkan solar karena stok keburu habis.
Ironisnya, di tengah antrean panjang rakyat kecil, sejumlah oknum justru diduga bebas keluar masuk dan mendapatkan solar lebih dulu tanpa harus mengikuti antrean seperti masyarakat umum.
“Yang benar-benar butuh untuk traktor malah dipinggirkan. Sementara yang diduga orang dekat manajer justru bebas ambil solar lebih dulu,” ungkap seorang warga dengan nada geram.
Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya praktik permainan distribusi BBM subsidi di SPBU tersebut. Warga menduga solar yang diambil oleh oknum tertentu bukan semata untuk kebutuhan pribadi, melainkan diperjualbelikan kembali demi meraup keuntungan.
Tak sedikit masyarakat yang mulai mencurigai adanya praktik penimbunan solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani dan masyarakat kecil.
“Kalau memang untuk rakyat, kenapa rakyat justru yang paling sulit dapat solar? Ini yang harus dijawab,” kata warga lainnya.
Masyarakat menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Selain merugikan petani kecil, distribusi solar yang diduga tidak tepat sasaran berpotensi melanggar aturan penyaluran BBM subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
Karena itu, warga mendesak aparat penegak hukum (APH), Pertamina, dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas penyaluran solar subsidi di SPBU Sao Mario Batu-Batu.
Warga juga meminta APH tidak tutup mata terhadap dugaan praktik “main mata” yang disebut-sebut sudah lama dikeluhkan masyarakat.
“Jangan sampai rakyat kecil terus tersingkir sementara orang dekat bebas menguasai BBM subsidi. APH harus bertindak tegas dan jangan hanya diam,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Sao Mario Batu-Batu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya perlakuan istimewa terhadap oknum tertentu dalam distribusi solar subsidi tersebut.
(Sofyan)





Post a Comment