Hj. Andi Wahda dan Hj. Insana Berperan Penting dalam Distribusi Zakat di Soppeng, Bupati Soroti Perjuangan Dua Legislator Perempuan

Table of Contents
KATATA.ID, SOPPENG — Ada cerita di balik munculnya bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM dalam distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) di Kabupaten Soppeng tahun ini.

Cerita itu diungkap langsung Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng di hadapan ratusan penerima manfaat, Minggu (13/9/2026).

Dua nama legislator perempuan dari Fraksi Golkar disebut secara khusus. Hj. Andi Wahda Adam, SE, anggota DPRD Soppeng dari Dapil Lalabata, dan Hj. Insana, legislator dari Dapil Donri-Donri-Marioriawa.

Suwardi menyebut, hadirnya program bantuan bagi pelaku UMKM dalam distribusi ZIS tahun ini tak lepas dari masukan dan perjuangan kedua legislator tersebut.

Tahun ini ada pendistribusian untuk UMKM karena ada masukan dan perjuangan dari kedua srikandi Golkar ini,” ujar Suwardi saat menghadiri pendistribusian ZIS di Baruga Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Soppeng, Jalan Pengayoman, Watansoppeng.

Pernyataan itu disampaikan ketika 395 penerima manfaat dari Kecamatan Lalabata, Ganra, dan Donri-Donri berkumpul menerima bantuan yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng.

Total dana yang disalurkan mencapai sekitar Rp136 juta.

Bantuan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan konsumtif. Ada bantuan pendidikan berupa dana dan tas sekolah untuk siswa maupun santri, bantuan bagi mustahik, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

Justru di titik inilah peran dua legislator perempuan tersebut disorot.

Suwardi secara terbuka memperkenalkan Hj. Andi Wahda dan Hj. Insana kepada masyarakat. Ia kemudian meminta warga yang hadir memastikan apakah mereka mengenal kedua wakil rakyat tersebut.

Jawaban warga terdengar serempak.

“Iya, kenal.”

Momen itu menjadi salah satu bagian paling mencolok dalam kegiatan pendistribusian ZIS tersebut. Sebab, Bupati bukan hanya menyebut nama keduanya, tetapi secara langsung menghubungkan perjuangan mereka dengan hadirnya bantuan UMKM dalam program ZIS tahun ini.

Dengan demikian, bantuan yang diterima pelaku usaha bukan sekadar angka dalam daftar distribusi. Ada proses aspirasi yang disebut ikut mendorong agar sektor UMKM mendapat ruang dalam penyaluran dana ZIS.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pergeseran orientasi bantuan: dari sekadar membantu kebutuhan masyarakat menuju upaya mendorong penerima manfaat agar memiliki daya ekonomi.

Bagi pelaku UMKM, bantuan modal dapat menjadi suntikan untuk mempertahankan atau mengembangkan usaha. Sementara bagi masyarakat penerima bantuan pendidikan dan mustahik, distribusi ZIS tetap menjadi jaring pengaman di tengah kebutuhan sehari-hari.

Namun, sorotan utama hari itu tetap tertuju pada dua legislator perempuan yang disebut Bupati sebagai pihak yang ikut memperjuangkan lahirnya bantuan UMKM.

Hj. Andi Wahda dan Hj. Insana mendapat panggung langsung dari Bupati di hadapan masyarakat.

Pesannya jelas aspirasi yang diperjuangkan wakil rakyat tidak berhenti di gedung parlemen. Ketika masuk ke program dan menyentuh masyarakat, dampaknya bisa terlihat secara langsung.

Dan di Soppeng, dalam distribusi ZIS tahun ini, dua “srikandi” Golkar itu disebut berada di balik lahirnya ruang bantuan bagi pelaku UMKM.

(**) 

Post a Comment